• Profil
  • Pesantren Cendekia Amanah
  • Profil
  • Berita
  • Artikel
    • Opini
    • Jurnal
    • Khutbah
  • Yayasan
    • Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Wakaf
      • Galeri Peluncuran BMT Wakaf
      • Latar Belakang BMT Wakaf
      • Wakaf Uang Produktif
    • Pesantren Cendekia Amanah
      • Anggaran Biaya
      • Rencana Pembangunan Pesantren
      • Visi dan Misi
    • Program Berantas Buta Al Qur’an
      • Fakta di Indonesia
      • Metode Mama Papa
      • Program Tujuan BBQ
  • Download
    • Buku Cholil
    • Buku Waqaf
  • Video
    • Ceramah
    • Pengajian Fiqih
    • Quote
  • Konsultasi
No Result
View All Result
Cholil Nafis
No Result
View All Result
  • Profil
  • Berita
  • Artikel
  • Yayasan
  • Download
  • Video
  • Konsultasi
Home Artikel

Boikot Produk Prancis

admin1 by admin1
November 2, 2020
in Artikel, Berita
0

KH M Cholil Nafis, Saat di wawancara

0
SHARES
12
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Cholilnafis.com, Jakarta-Pagi ini, 2 November 2020 jam 06.20-06.40 saya live Zoom di TVRI berkenaan dengan pernyataan MUI soal boikot produk-produk dari Perancis. Statemen ini oleh sebagian orang dianggap keras karena akan merusak hubungan antara negara dan mengerasnya umat muslim. Padahal sebenarnya inilah pernyataan tegas untuk perdamaian dunia.

Related Posts

Tips Tingkatkan Ibadah Sambut Ramadhan

Munas NU : Dam Haji Wajib Disembelih di Tanah Haram selama Masih Bisa

KHUTBAH IDUL FITRI 1445 H : MEMBANGUN UKHUWAHSPIRIT RAMADHAN UNTUK MEMBANGUN UKHUWAH

Baznas Beri Penghargaan Kiai Cholil Nafis : “Ulama Penggerak Zakat Nasional”

Sebenarnya pernyataan dan himbauan MUI itu sudah pada jalurnya. Yaitu melakukan inkar (penolakan) dengan lisan atas kemungkaran dan kemdian meminta pemerintah dan masyarakat bisa melakukan ingkar dengan tindakan nyata di lapangan. Pemerintah melakukan kecaman dan lobi-lobi politik untuk menghentikan perilakuku rakyat Perancis yang menghina Nabi saw. atas nama kebebasan berekspresi. Yang celakanya itu dilegitimasi oleh Presidennya, Emmanuel Macron untuk tetap membiarkan rakyatnya menghina Nabi saw. Masalah tambah runyam karena ada pembunuhan yang dilakukan oleh imigran muslim kepada guru yang menghina Nabi saw.

Menghina Nabi saw. tak dapat dibenarkan, harus kita lawan dan pastinya marah karena itu bentuk kecintaan umat Islam kepada Rasulullah saw. Cinta Rasulullah adalah tuntutan dan tuntunan keimana sebagaimana cinta kita kepada Allah SWT. Islam mengajarkan, untuk mendapat kenikmatan iman itu harus lebih mencintai Allah dan Rasulullah, Nabi Muhammad saw. sebagai satu kesatuan. Jadi yang mencaci Nabi Muhammad saw. berarti mencaci Allah. Saat ada guru sekolah di Perancis menghina Nabi saw melalui karikatur atas nama kebebasan berekspresi maka pantas menyulut kemarahan pemeluk Islam dimanapun di dunia karena imannya terpatri dalam hatinya.

Namun melakukan tindakan individu dan pribadi dengan cara menyakiti apalagi membunuh orang yang menghina Nabi saw. tentunya tak dapat dibenarkan oleh ajaran Islam. Sebab hal itu akan menyebabkan kemudharatan yang lebih besar berupa berlakunya hukum rimba dan menghilangkan peran negara untuk membangun stabilitas sosial. Bahkan akan memperburuk citra Islam sebagai agama kekerasan. Melakukan yang ma’ruf (baik) harus dengan cara ma’ruf dan mengingkari yang mungkar harus dengan cara yang ma’ruf sehingga orang lain mengamini dakwah umat Islam.

Wilayah ulama itu memyatakan suatu kebenaran, nilai yang baik dan menasihati kepada orang lain. Sedangkan pemerintah adalah merealisasikan, melakukan dan mengekskusi dari nilai-nilai kebaikan agama dan mencegah secara langsung dari kemungkaran. Maka tidak boleh ada individu masyarakat melakukan penegakan hukum atas nama kebenaran agama oleh dirinya sendiri atau individu tanpa melibatkan pemerintah. Al-Ghazali mengingatkan antara hubungan agama dankekuasanan itu bagai saudara kembar. Agama adalah pondasinya sedangkan kekuasaan adalah penjaganya. Sesuatu yang tanpa pondasi dan dasar maka ia akan roboh, demikian juga sesuatu yang tak ada penjaga akan mudah hilang”.

Semua muslim wajib marah atas tindakan yang menghina Rasulullah karena itu bagian dari iman. Meskipun karikatur itu tidak bisa menggambarkan Nabi saw. karena beliau memeng tak bisa digambar secara apik apalagi buruk, namun aksi penghinaan itulah yang ditentang dan dilawan bukan kebenaran gambarnya. Seperti wajah kita dihina dengan gambar babi tentu kita marah meskipun kita tahu bahwa gambar itu salah dan bukan gambar muka kita karena itu penghinaan pada diri kita. Jadi yang kita marahkan adalah penghinaan kepada Rasulullah saw. bukan kebenaran gambanya terhadap diri rasulullah. Lalu level kemarah sebagai tuntutan keimana tentu berbeda-beda.

Pemerintah marah dengan melakukan ingkar terhadap kemungkaran ini dengan tangan kekuasaannya, yaitu hubungan politik dan diplomati, lobi-lobi internasional dan tindakan nyata. Para ulama mengucakan dan menyatakan kebenaran menurut agama Islam serta menasihati pemerintah dan masyarakat. Sedangkan masyarakat muslim marah juga harus mengingkari di hatinya dan dapat melakukan tindakan membolikot produk-produk asal Perancis.

Mengapa Masyarakat perlu memboikotnya? Ya karena ucapan pun tak didengar dan tak ditakuti oleh Presiden dan masyarakat Perancis. Mereka tak takut kepada Allah SWT. Namun mereka lebih takut pada kehilangan pasar ekonominya di dunia. Maka boikot produk-produk asal Perancis adalah bagian dari cara ingkar, mengingatkan dan menasihati kemungkaran yang dilakukan oleh masyarakat Perancis atas nama kebebasan berekspresi. Sesuatu yang menjadi sarana kebaikan maka menjadi baik dan sesuatu yang menjadi sarana untuk melakukan kewajiban sehingga bisa terlaksana kewajiban itu maka sarana itu menjadi wajib hukumnya (ma la yatimmul wajib illa bihi fahuwa wajibun).

Nasihat keras kepada Presiden dan rakyatv Perancis itu sangat penting demi perdamaian dunia. Sebab ulah mencaci Nabi Muhammad saw akan memicu ekstrimesme global dan akan terjadi kekacauan dunia. Orang atau kelompok ekstrimis yang berdalih agama akan menemukan momentumnya dan dalilnya untuk melakukan kekerasan bahkan penyerangan atas nama membela agama Islam.

Ttd

KH. M. Cholil Nafis, Lc., Ph D
Pengasuh Pesantren Cendekia Amanah

Tags: boikotmarconprancis

Popular Posts

Artikel

Tips Tingkatkan Ibadah Sambut Ramadhan

by admin1
February 8, 2025
0

Umat Islam mulai memasuki salah satu bulan yang utama dalam Islam, yaitu bulan Syaban. Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama...

Read moreDetails

Tips Tingkatkan Ibadah Sambut Ramadhan

Munas NU : Dam Haji Wajib Disembelih di Tanah Haram selama Masih Bisa

Tiga Tips Tingkatkan Ibadah di Bulan Sya’ban untuk Menyambut Ramadhan

KHUTBAH IDUL FITRI 1445 H : MEMBANGUN UKHUWAHSPIRIT RAMADHAN UNTUK MEMBANGUN UKHUWAH

Buku Baru : Inovasi Produk Pegadaian Syariah

Baznas Beri Penghargaan Kiai Cholil Nafis : “Ulama Penggerak Zakat Nasional”

Load More

[mc4wp_form id="274"]


Popular Posts

Kitab Tauhid : Terjemah Qomi al-Thughyan Karya Syekh Muhammad Nawawi bin Umar Banten

by admin1
June 20, 2019
0

Berjuang di Jalan Allah

by admin1
June 18, 2019
0

Konsultasi: Sahkah Shalat dalam Keadaan Bernanah?

by admin1
December 13, 2018
0

Cholil Nafis

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk manusia lainnya

© 2026 CholilNafis.com - Tim IT Cendekia Amanah.

No Result
View All Result
  • Profil
  • Berita
  • Artikel
    • Opini
    • Jurnal
    • Khutbah
  • Yayasan
    • Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Wakaf
      • Galeri Peluncuran BMT Wakaf
      • Latar Belakang BMT Wakaf
      • Wakaf Uang Produktif
    • Pesantren Cendekia Amanah
      • Anggaran Biaya
      • Rencana Pembangunan Pesantren
      • Visi dan Misi
    • Program Berantas Buta Al Qur’an
      • Fakta di Indonesia
      • Metode Mama Papa
      • Program Tujuan BBQ
  • Download
    • Buku Cholil
    • Buku Waqaf
  • Video
    • Ceramah
    • Pengajian Fiqih
    • Quote
  • Konsultasi

© 2025 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.