Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the js_composer domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/u5576841/public_html/wp-includes/functions.php on line 6121
HUT RI-75: Santri Pahlawan - Cholil Nafis
  • Profil
  • Pesantren Cendekia Amanah
  • Profil
  • Berita
  • Artikel
    • Opini
    • Jurnal
    • Khutbah
  • Yayasan
    • Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Wakaf
      • Galeri Peluncuran BMT Wakaf
      • Latar Belakang BMT Wakaf
      • Wakaf Uang Produktif
    • Pesantren Cendekia Amanah
      • Anggaran Biaya
      • Rencana Pembangunan Pesantren
      • Visi dan Misi
    • Program Berantas Buta Al Qur’an
      • Fakta di Indonesia
      • Metode Mama Papa
      • Program Tujuan BBQ
  • Download
    • Buku Cholil
    • Buku Waqaf
  • Video
    • Ceramah
    • Pengajian Fiqih
    • Quote
  • Konsultasi
No Result
View All Result
Cholil Nafis
No Result
View All Result
  • Profil
  • Berita
  • Artikel
  • Yayasan
  • Download
  • Video
  • Konsultasi
Home Artikel

HUT RI-75: Santri Pahlawan

admin1 by admin1
August 18, 2020
in Artikel, Opini
0

Santri Pahlawan, 17/08/2020

0
SHARES
154
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

“Mereka terlibat langsung dalam perjuangan fisik untuk meraih kemerdekaan. Saat-saat memperjuangkan kemerdekaan”

Cholilnafis.com, Jakarta-Santri. Kata yang kaya makna dan konotasi sosial. Para pakar mendefinisikannya dalam perspektif berbeda-beda. Cc Berg, seorang peneliti asal Belanda misalnya, menyebut kata “santri” berasal dari bahasa India, yakni “shastri” yang artinya ahli kitab Hindu. Hal ini didukung A Steen­brink yang menyebut tradisi dan sistem pendidikan pesantren mirip dengan pendidikan kaum Hindu di India.

Related Posts

Tips Tingkatkan Ibadah Sambut Ramadhan

KHUTBAH IDUL FITRI 1445 H : MEMBANGUN UKHUWAHSPIRIT RAMADHAN UNTUK MEMBANGUN UKHUWAH

Perubahan Iklim Siapa yang Bertanggung Jawab?

Hari Santri 2023 | Jihad Santri Untuk Kejayaan Negeri

Dalam konteks lokal, kata “santri” berasal dari bahasa Jawa, “cantrik”, yaitu seseorang yang setia dan mengikuti ke ma­na pun gurunya pergi. Definisi ini mungkin lebih mendekati fakta kehidupan santri, pondok pesantren, dan kiai sejak keberadaannya hingga saat ini. Pesantren terkenal di Jawa Timur, Sidogiri, mendefinisikan santri adalah orang yang berpegang teguh pada kitab Allah, mengikuti Sunnah Rasulullah SAW, mampu menjaga moderasi (wasathi) yang tidak condong ke ekstrem kanan maupun ekstrem kiri. Seluruh sikap dan perbuatannya diikhlaskan kepada Allah SWT.

Ciri utama santri diidentifikasi sebagai sekelompok anak yang belajar di lembaga pendidikan disebut pesantren. Mereka memiliki identitas khusus, seperti sarung dan kopiah yang dididik untuk mendalami ilmu-ilmu agama Islam (tafaqquh fi aldiin) dalam sistem pendidikan tertentu. Mereka tinggal di asrama (boarding) dalam jangka waktu tertentu, yang disebut pondok pesantren dengan lanskap gedungnya include masjid dan sekolah terintegrasi. Selain penggambaran fisik di atas, hal menarik dari lembaga pesantren adalah pola relasi pendidikan yang diterapkan.

Pola pengasuhan dilakukan selama 24 jam oleh tokoh disebut kiai dengan filosofi dan penerapan nilai-nilai sufisme, yaitu bersahaja (sederhana), “nrimo” (qanaah), tawadhu, dan ikhlas. Kehadiran sosok kiai menjadi sangat sentral dalam keseluruhan sistem pendidikannya sehingga memengaruhi sikap dan perilaku santrinya hingga mereka lulus (alumni) sekalipun. Santri dan kiai menjadi satu kesatuan relasi khas dalam sistem pendidikan untuk menggali dan menuntut ilmu, termasuk pengabdian serta perjuangan di masyarakat.

Seluruh sikap, ucapan, dan ajakan kiai bagi santri bagaikan pusaka kehidupan yang harus ditaati, baik saat masih belajar di pesantren maupun lulus dan kembali ke masyarakat. Satu pengikat sistem keyakinan dalam lingkup pesantren adalah konsep “ba­ro­kah”, yaitu pemahaman akan ada­nya tambahan kebaikan. Meminjam istilah Arab dengan “ziadatul khair” (adding values) atas semua sikap dan perilaku yang didasarkan pada sikap positif, khususnya kepada KiaiBagaimana dengan peran santri bagi bangsa ini? Dalam catatan sejarah, santri adalah bagian penting dari keberadaan republik ini.

Mereka terlibat langsung dalam perjuangan fisik untuk meraih kemerdekaan. Saat-saat memperjuangkan kemerdekaan, kaum santri berada dalam garis terdepan yang dipimpin kiai. Demikian juga saat persiapan kemerdekaan dalam merumuskan model negara Indonesia menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan aspirasi kaum santri. Bahkan, ketika Indonesia sudah merdeka pun santri andil dalam mempertahankan kemerdekaan melalui Resolusi Jihad. Satu spirit perjuangan membela Tanah Air adalah konsep yang selalu ditanamkan para kiai kepada santrinya bahwa membela Tanah Air itu jihad fi sa­bilillah (berjuang di jalan Allah).

Kita tahu, banyak kalangan santri telah mendapat gelar pahlawan, seperti Kiai Hasyim Asy’ari, Kiai Wahid Hasyim, Kiai Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Kiai Wahhab Hasbullah, Kiai As’ad Syamsul Arifin, dan banyak lagi. Tentu ini bukan untuk membanggakan gelar pahlawan, tetapi inilah pengakuan negara dan masyarakat terhadap perjuangan kaum santri sekaligus sebagai teladan bagi generasi santri sekarang dan mendatang.

Tags: #PAHLAWANcholilnafisNKRISantri

Popular Posts

Artikel

Tips Tingkatkan Ibadah Sambut Ramadhan

by admin1
February 8, 2025
0

Umat Islam mulai memasuki salah satu bulan yang utama dalam Islam, yaitu bulan Syaban. Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama...

Read moreDetails

Tips Tingkatkan Ibadah Sambut Ramadhan

Munas NU : Dam Haji Wajib Disembelih di Tanah Haram selama Masih Bisa

Tiga Tips Tingkatkan Ibadah di Bulan Sya’ban untuk Menyambut Ramadhan

KHUTBAH IDUL FITRI 1445 H : MEMBANGUN UKHUWAHSPIRIT RAMADHAN UNTUK MEMBANGUN UKHUWAH

Buku Baru : Inovasi Produk Pegadaian Syariah

Baznas Beri Penghargaan Kiai Cholil Nafis : “Ulama Penggerak Zakat Nasional”

Load More

[mc4wp_form id="274"]


Popular Posts

Kitab Tauhid : Terjemah Qomi al-Thughyan Karya Syekh Muhammad Nawawi bin Umar Banten

by admin1
June 20, 2019
0

Berjuang di Jalan Allah

by admin1
June 18, 2019
0

Konsultasi: Sahkah Shalat dalam Keadaan Bernanah?

by admin1
December 13, 2018
0

Cholil Nafis

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk manusia lainnya

© 2026 CholilNafis.com - Tim IT Cendekia Amanah.

No Result
View All Result
  • Profil
  • Berita
  • Artikel
    • Opini
    • Jurnal
    • Khutbah
  • Yayasan
    • Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Wakaf
      • Galeri Peluncuran BMT Wakaf
      • Latar Belakang BMT Wakaf
      • Wakaf Uang Produktif
    • Pesantren Cendekia Amanah
      • Anggaran Biaya
      • Rencana Pembangunan Pesantren
      • Visi dan Misi
    • Program Berantas Buta Al Qur’an
      • Fakta di Indonesia
      • Metode Mama Papa
      • Program Tujuan BBQ
  • Download
    • Buku Cholil
    • Buku Waqaf
  • Video
    • Ceramah
    • Pengajian Fiqih
    • Quote
  • Konsultasi

© 2025 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.