• Profil
  • Pesantren Cendekia Amanah
  • Profil
  • Berita
  • Artikel
    • Opini
    • Jurnal
    • Khutbah
  • Yayasan
    • Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Wakaf
      • Galeri Peluncuran BMT Wakaf
      • Latar Belakang BMT Wakaf
      • Wakaf Uang Produktif
    • Pesantren Cendekia Amanah
      • Anggaran Biaya
      • Rencana Pembangunan Pesantren
      • Visi dan Misi
    • Program Berantas Buta Al Qur’an
      • Fakta di Indonesia
      • Metode Mama Papa
      • Program Tujuan BBQ
  • Download
    • Buku Cholil
    • Buku Waqaf
  • Video
    • Ceramah
    • Pengajian Fiqih
    • Quote
  • Konsultasi
No Result
View All Result
Cholil Nafis
No Result
View All Result
  • Profil
  • Berita
  • Artikel
  • Yayasan
  • Download
  • Video
  • Konsultasi
Home Berita

Komisi Dakwah MUI : Bedakan antara Kritis dan Benci Terhadap Pemerintah

admin1 by admin1
July 18, 2019
in Berita
0

Kiai Cholil Sowan kepada Ma’ruf Amin saat ibadah haji

0
SHARES
15
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Related Posts

Munas NU : Dam Haji Wajib Disembelih di Tanah Haram selama Masih Bisa

Baznas Beri Penghargaan Kiai Cholil Nafis : “Ulama Penggerak Zakat Nasional”

Kiai Cholil Beberkan Penistaan Agama oleh Panji Gumilang di PN Indramayu

Ketua MUI Pusat | Jangan Sampai Masayatakat Indonesia Ada yang Tak Memilih

“Indonesia terlalu mahal untuk dirusak dengan kepentingan ideologi yang bertentangan dengan kesepakatan pendiri bangsa”

CHOLILNAFIS.COM, Batam-Dalam dialog nasional keagamaan dan kebangsaan yang diselenggarakan Ditjen Bimas Islam Kemenag di hotel Nagoya Plasa Batam (17/7), Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI Pusat, KH. Cholil Nafis, Lc, Ph.D, menyatakan bahwa ada perbedaan yang jelas antara mengkritisi dan membenci kepada penguasa sehingga mudah diketahui pihak mana yang kritis dan mana yang benci.
“Umat Islam tidak dilarang bersikap kritis kepada pemerintah. Bahkan sangat diperlukan karena ikut mengawal pemerintahan agar tidak melenceng dari amanah konstitusi. Yang dilarang itu jika kita membenci dengan segala cara. Apapun yang dilakukan pemerintah disalahkan, dicaci maki, dan ditolak. Harusnya fair dong, kalau memang benar didukung, kalau salah dikritik”, tegasnya.
Kiai Cholil menambahkan bahwa membenci pemerintah itu bukan solusi tetapi justru menambah masalah. Apalagi, menurutnya, dikemas dengan membuat narasi-narasi kebohongan (hoax) dan fitnah sehingga menimbulkan ketegangan dan kecurigaan antara elemen bangsa.
“Tanpa bermaksud membela pemerintah, tetapi marilah kita bersikap adil. Jangan mudah menuduh dengan narasi-narasi kebohongan yang dapat menimbulkan kekacauan di masyarakat dan kecurigaan antara komponen masyarakat”, ujar Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok ini. Kamis,18/7/19.
Muballigh nasional dan dosen ekonomi Islam UIN Jakarta ini juga menekankan perlunya umat Islam cantik dalam berpolitik, jangan mudah diadu domba sehingga timbul saling ketidakpercayaan antara satu dengan yang lain. Indonesia, menurutnya, terlalu mahal untuk dirusak hanya karena kepentingan ideologi yang sebenarnya bertentangan dengan kesepakatan founding father bangsa.
“Keragaman warga bangsa yang rukun dan damai ini, mari kita jaga bersama. Kita mainkan cara-cara berpolitik dengan cantik, jangan mudah diadu domba. Indonesia terlalu mahal untuk dirusak dengan kepentingan ideologi yang bertentangan dengan kesepakatan pendiri bangsa”, imbuhnya.
Harus diakui, lanjut Kiai Cholil, Indonesia itu adalah pasar potensial di mata dunia. Pasar ekonomi jelas karena berpenduduk besar. Demikian juga pasar ideologi terus bertumbuh, bahkan ketika ada orang yang mengaku nabi juga masih banyak pengikutnya. Itulah kenapa, saran Kiai Cholil, agar umat Islam terus mengasah kepekaan dan menjaga warisan nilai-nilai mulia bangsa ini.
Kiai Cholil Nafis Saat Mengisi Acara Dialog Keagamaan dan Kebangsaan di Batam, 17-19 Juli 2019
Pada kesempatan yang sama, staf ahli Kantor Sekretariat Presiden (KSP), Munajat, Ph.D, menyampaikan tentang visi Indonesia Maju ke depan. Menurutnya, penekanan pemerintah lima tahun ke depan adalah pembangunan SDM berkualitas dan berkarakter menghadapi kompetisi dunia yang semakin ketat, setelah sebelumnya fokus pembangunan infrastruktur.
“Visi Indonesia Maju yang akan dipimpin pak Jokowi bersama Kyai Ma’ruf Amin lebih menekankan pembangunan SDM berkualitas dan berkarakter. Kualitas SDM yang memiliki skill tinggi dan karakter yang kuat akan mampu bersaing di mata dunia internasional”, ungkapnya.
Munajat juga meminta kepada umat Islam agar percaya kepada pemerintahan lima tahun ke depan karena wakil presiden berasal dari kalangan ulama.
“Percayalah kepada pemerintahan Jokowi-KMA yang akan sungguh-sungguh membangun Indonesia. Umat Islam diharapkan tetap bersatu, jangan lagi ada pendukung 01 dan 02, kompetisi sudah selesai. Wapres kita dari kalangan ulama, pasti akan memikirkan bagaimana membangun SDM berkualitas dari kalangan santri dan berpendidikan agama yang tinggi dalam berbagai bidang, sehingga akan muncul pemimpin masa depan yang lebih menjanjikan”, urainya.
Kegiatan dialog nasional keagamaan dan kebangsaan ini diselenggarakan secara rutin di berbagai provinsi. Tema dialog yang mengangkat tema “Merawat Kebhinekaan Memperkokoh Wawasan Islam Wasathiyah dalam Kerangka NKRI” dihadiri 100 peserta dari perwakilan MUI dan Ormas Islam se-Kepri, para Kepala Kemenag se-Kepri, penyuluh agama PNS dan Non PNS.
Diterbitkan Juga di : http://bimasislam.kemenag.go.id/post/berita/komdak-mui-bedakan-antara-kritis-dan-benci-kepada-penguasa
Tags: Ahlussunnah Wal JamaahAntara Benci dan KritisCholil NafisIndonesiaMajelis Ulama IndonesiaPesantren Cendekia Amanah

Popular Posts

Artikel

Tips Tingkatkan Ibadah Sambut Ramadhan

by admin1
February 8, 2025
0

Umat Islam mulai memasuki salah satu bulan yang utama dalam Islam, yaitu bulan Syaban. Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama...

Read moreDetails

Tips Tingkatkan Ibadah Sambut Ramadhan

Munas NU : Dam Haji Wajib Disembelih di Tanah Haram selama Masih Bisa

Tiga Tips Tingkatkan Ibadah di Bulan Sya’ban untuk Menyambut Ramadhan

KHUTBAH IDUL FITRI 1445 H : MEMBANGUN UKHUWAHSPIRIT RAMADHAN UNTUK MEMBANGUN UKHUWAH

Buku Baru : Inovasi Produk Pegadaian Syariah

Baznas Beri Penghargaan Kiai Cholil Nafis : “Ulama Penggerak Zakat Nasional”

Load More

[mc4wp_form id="274"]


Popular Posts

Kitab Tauhid : Terjemah Qomi al-Thughyan Karya Syekh Muhammad Nawawi bin Umar Banten

by admin1
June 20, 2019
0

Berjuang di Jalan Allah

by admin1
June 18, 2019
0

Konsultasi: Sahkah Shalat dalam Keadaan Bernanah?

by admin1
December 13, 2018
0

Cholil Nafis

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk manusia lainnya

© 2026 CholilNafis.com - Tim IT Cendekia Amanah.

No Result
View All Result
  • Profil
  • Berita
  • Artikel
    • Opini
    • Jurnal
    • Khutbah
  • Yayasan
    • Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Wakaf
      • Galeri Peluncuran BMT Wakaf
      • Latar Belakang BMT Wakaf
      • Wakaf Uang Produktif
    • Pesantren Cendekia Amanah
      • Anggaran Biaya
      • Rencana Pembangunan Pesantren
      • Visi dan Misi
    • Program Berantas Buta Al Qur’an
      • Fakta di Indonesia
      • Metode Mama Papa
      • Program Tujuan BBQ
  • Download
    • Buku Cholil
    • Buku Waqaf
  • Video
    • Ceramah
    • Pengajian Fiqih
    • Quote
  • Konsultasi

© 2025 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.