• Profil
  • Pesantren Cendekia Amanah
  • Profil
  • Berita
  • Artikel
    • Opini
    • Jurnal
    • Khutbah
  • Yayasan
    • Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Wakaf
      • Galeri Peluncuran BMT Wakaf
      • Latar Belakang BMT Wakaf
      • Wakaf Uang Produktif
    • Pesantren Cendekia Amanah
      • Anggaran Biaya
      • Rencana Pembangunan Pesantren
      • Visi dan Misi
    • Program Berantas Buta Al Qur’an
      • Fakta di Indonesia
      • Metode Mama Papa
      • Program Tujuan BBQ
  • Download
    • Buku Cholil
    • Buku Waqaf
  • Video
    • Ceramah
    • Pengajian Fiqih
    • Quote
  • Konsultasi
No Result
View All Result
Cholil Nafis
No Result
View All Result
  • Profil
  • Berita
  • Artikel
  • Yayasan
  • Download
  • Video
  • Konsultasi
Home Konsultasi Hukum Islam

Konsultasi : Apakah Boleh Menggabungkan Niat Mengqodlo’ Puasa Ramadlan dengan Puasa Sunah?

admin1 by admin1
June 10, 2019
in Konsultasi Hukum Islam
0

Dok. Istimewa KH M Cholil Nafis/Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok

0
SHARES
33
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pertanyaan :

Dua tahun terakhir ini saya masih ingat kalau saya memiliki hutang puasa Ramadan. Karena faktor psikologi saya yang tidak stabil, akhirnya saya membiarkan waktu saya beberapa hari tidak puasa. Itu terjadi Ramadan selama dua tahun terakhir. Saya ingin mengqadlanya. Bagaimana cara dan niatnya ? Dapatkah niat mengqadla Ramadan juga dipakai niat sekaligus untuk puasa lainnya ?

Related Posts

Konsultasi : Bolehkah Bayar Zakat Fitrah dengan Uang?

Konsultasi: Wanita Penghafal Al-Qur’an dan Haid

Ketua MUI Pusat: Adzan Untuk Jihad?

Hukum dan Tradisi Malam Nisfu Sya’ban

Maghfirah
Kebondalem, Nganjuk

Jawaban :

Mbak Siti Maghfirah yang saya hormati, puasa adalah rukun islam yang ketiga yang diwajibkan kepada umat Muhammad sebagaimana juga diwajibkan kepada umat sebelumnya. Esensinya sama walaupun waktu dan tata caranya berbeda. Untuk umat Muhammad diwajibkan puasa pada bulan Ramadlon sebulan penuh, meninggalkan makan minum jimak dan hal yang membatalkan puasa dimulai sejak terbitnya fajar sampai tenggelamnya matahari yang dibarengi niat.

Jika tidak dapat melakukan puasa di bulan Ramadlon karena sakit, bepergian atau karena sebab lain termasuk karena faktor psikologi, maka wajib diganti di waktu yang lain. Allah SWT, berfirman :

فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۚ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ ۚ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“… Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui” (Q.S. al- Baqarah :184).

Sayidatina ‘Aisyah berkata setelah konfirmasi dengan Rasulullah tentang salat dan puasa yang biasa ditinggalkan oleh wanita yang sedang menstruasi (haid), “ Kami diperintah (oleh Rasulullah) untuk mengganti puasa dan tidak diperintah mengganti salat.”

Mbak Maghfiroh yang saya hormati, puasa yang Anda tinggalkan itu baik karena ada alasan syar’i seperti sakit, bepergian, haid, atau alasan non syar’i seperti karena malas, psikologi tetap harus diqodlo’. Caranya , ya puasa di hari-hari yang tidak dilarang sepanjang tahun. Syarat rukunnya sama cuma yang berbeda niatnya. Yang seharusnya niat ‘aada’ diganti ‘qodlo’. Contohnya : “ Nawaitu shouma ghodin an qodlo’i fardlissyahri romadlona lillahi ta’ala.” (niat aku puasa besok untuk meng qodlo’ puasa dibulan romadlon lalu karena Allah ta’la). Niat qodlo’ ya hanya untuk qodlo’ tidak boleh untuk yang lain. Namun ada sebagian pendapat ulama’, kalau dia terbiasa puasa sunnah di hari itu kemudian digunakan puasa qodlo’ maka dia mendapat nilai pahala puasa sunnah itu walaupun tidak diniatkan kerena keistiqomahannya. Sedangkan niat puasa hanya untuk satu amalan tidak boleh untuk dua amalan sekaligus. Wallahu a’lam bisshowab.

Tags: Cholil NafisHukum IslamKonsultasi Hukum IslamPesantren Cendekia Amanah

Popular Posts

Artikel

Tips Tingkatkan Ibadah Sambut Ramadhan

by admin1
February 8, 2025
0

Umat Islam mulai memasuki salah satu bulan yang utama dalam Islam, yaitu bulan Syaban. Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama...

Read moreDetails

Tips Tingkatkan Ibadah Sambut Ramadhan

Munas NU : Dam Haji Wajib Disembelih di Tanah Haram selama Masih Bisa

Tiga Tips Tingkatkan Ibadah di Bulan Sya’ban untuk Menyambut Ramadhan

KHUTBAH IDUL FITRI 1445 H : MEMBANGUN UKHUWAHSPIRIT RAMADHAN UNTUK MEMBANGUN UKHUWAH

Buku Baru : Inovasi Produk Pegadaian Syariah

Baznas Beri Penghargaan Kiai Cholil Nafis : “Ulama Penggerak Zakat Nasional”

Load More

[mc4wp_form id="274"]


Popular Posts

Kitab Tauhid : Terjemah Qomi al-Thughyan Karya Syekh Muhammad Nawawi bin Umar Banten

by admin1
June 20, 2019
0

Berjuang di Jalan Allah

by admin1
June 18, 2019
0

Konsultasi: Sahkah Shalat dalam Keadaan Bernanah?

by admin1
December 13, 2018
0

Cholil Nafis

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk manusia lainnya

© 2026 CholilNafis.com - Tim IT Cendekia Amanah.

No Result
View All Result
  • Profil
  • Berita
  • Artikel
    • Opini
    • Jurnal
    • Khutbah
  • Yayasan
    • Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Wakaf
      • Galeri Peluncuran BMT Wakaf
      • Latar Belakang BMT Wakaf
      • Wakaf Uang Produktif
    • Pesantren Cendekia Amanah
      • Anggaran Biaya
      • Rencana Pembangunan Pesantren
      • Visi dan Misi
    • Program Berantas Buta Al Qur’an
      • Fakta di Indonesia
      • Metode Mama Papa
      • Program Tujuan BBQ
  • Download
    • Buku Cholil
    • Buku Waqaf
  • Video
    • Ceramah
    • Pengajian Fiqih
    • Quote
  • Konsultasi

© 2025 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.