Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the jnews-view-counter domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/u5576841/public_html/wp-includes/functions.php on line 6114

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the jnews domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/u5576841/public_html/wp-includes/functions.php on line 6114
Tasawuf: Integrasi Eksoteris dan Esoteris - Cholil Nafis
  • Profil
  • Pesantren Cendekia Amanah
  • Profil
  • Berita
  • Artikel
    • Opini
    • Jurnal
    • Khutbah
  • Yayasan
    • Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Wakaf
      • Galeri Peluncuran BMT Wakaf
      • Latar Belakang BMT Wakaf
      • Wakaf Uang Produktif
    • Pesantren Cendekia Amanah
      • Anggaran Biaya
      • Rencana Pembangunan Pesantren
      • Visi dan Misi
    • Program Berantas Buta Al Qur’an
      • Fakta di Indonesia
      • Metode Mama Papa
      • Program Tujuan BBQ
  • Download
    • Buku Cholil
    • Buku Waqaf
  • Video
    • Ceramah
    • Pengajian Fiqih
    • Quote
  • Konsultasi
No Result
View All Result
Cholil Nafis
No Result
View All Result
  • Profil
  • Berita
  • Artikel
  • Yayasan
  • Download
  • Video
  • Konsultasi
Home Artikel

Tasawuf: Integrasi Eksoteris dan Esoteris

admin1 by admin1
October 22, 2017
in Artikel
0
0
SHARES
238
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

CHOLILNAFIS.COM, Tasawuf - Acapkali dalam perspektif kita orang berjalan pincang: antara kehidupan syariah dan hakikatatau antara perbutan Zhahir (Eksoteris) dengan dimesi batin (esoteris). Tarekat (jalan spiritual) yang lebih dikenal lebih dikenal dengan sebutan tasawuf adalah dimensi batin dan esoterik Islam.

Related Posts

KHUTBAH IDUL FITRI 1445 H : MEMBANGUN UKHUWAHSPIRIT RAMADHAN UNTUK MEMBANGUN UKHUWAH

Perubahan Iklim Siapa yang Bertanggung Jawab?

Ziarah Makam Imam Bukhari

PUASA ARAFAH BERBEDA DENGAN WAKTU WUKUF DI ARAFAH

Ajaran tasawuf bagai jantung manusia yang tersembunyi dari pandangan lahir, meskipun ia menjadi sumber batin kehidupan dan menjadi pusat yang mengatur seluruh organisme keagamaan Islam. Sementara syariat adalah hukum Tuhan yang membuat seseorang menjadi muslim dengan menerima dan menjalankannya.

Ibrahim al-Randi dalam kitab Syarah al-Hikam menjelaskan tentang model umat muslim menjalankan ibadah terbagi menjadi dua kelompok.

Pertama, mereka yang orientasi keislaman lebih menitik beratkan pada hukum-hukum luar (al-ahkam al-zhawahir), segi-segi lahiriah.

Kedua, mereka yang lebih menitik beratkan pada hukum-hukum dalam (al-ahkâm al-dhamâir), segi-segi batiniah.

Sebagian umat muslim ada yang dapat memahami terhadap dimensi eksoterisme (dimensi zhahir, syariat) dan esoterisme (dimensi batin, tasawuf) Islam. Namun ada pula yang melihat keduanya saling berlawanan secara dikotomis. Bagi yang mengutamakan dimensi eksoterisme, dimensi esoterisme dianggap tidak penting dan bahkan kadang-kadang keluar dari ajaran Islam. Sementara yang mengutamakan dimensi esoterik memandang bahwa eksoterisme tidak diperlukan lagi, karena manusia sudah mampu menyingkap rahasia Tuhan.

Sejatinya, antara dimensi eksoterisme dan esoterisme bagaikan dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Keduanya merupakan bagian ajaran Islam yang integral. Pernah ada golongan yang menolak validitas tarekat demi syariat. Beberapa diantara mereka mengaku sebagai penjaga syariat yang mempertahankan syariat dan peranan yang mutlak. Sedangkan dilain pihak mereka menerima bahkan menjalani tarekat. Mereka ini disebut ulama al-Zhahir (ahli-ahli hukum) yang kewajibannya adalah menjaga kelangsungan syariat. Bahkan ada yang lain telah melangkah demikian jauh, sampai mereka menolak tarekat sama sekali, dan merasa puas dengan penafsiran agama secara lahiriah semata.

Sebenarnya Islam telah mampu menjaga keseimbangan eksoterisme dan esoterisme, atau tafsir dan takwil, sejauh berhubungan dengan penafsiran al-Qur’an. Banyak paham ortodoksi dimasyarakat muslim sehingga mampu menjaga terpisahnya syariat dari tarekat dan terasingnya tarekat dari syariat. Hal ini yang akan merusak keseimbangan masyarakat Islam. Vitalitas keagamaan dan spiritual Islam timbul dari kehadiran kedua dimensi tersebut selama berabad-abad lamanya yang secara bersama-sama telah tembentuk tradisi keagamaan integral yang mampu menciptakan masyarakat religius dan norma kehidupan batin.

Ulama yang berusaha melakukan rekonsiliasi antara tasawuf dan syariat adalah Abû Nashr al-Sarraj (w. 988 M) yang menulis buku al-Luma‘. Al-Sarraj memberikan suatu uraian panjang bahwa tasawuf yang benar itu tidak menyimpang, bahkan tasawuf itu sendiri adalah inti dan jiwa dari ajaran Islam itu sendiri. Penjelasan ini untuk menolak kesan negatif terhadap tasawuf. Disamping itu, ia juga menjelaskan bermacam-macam kesesatan yang terdapat dikalangan orang-orang yang disebut sufi, sebagai akibat dari kesalahpahaman. Al-Sarraj berusaha keras membuktikan bahwa tasawufsepenuhnya sesuai dengan al-Qur’an, sunah dan syariah.

Pendapat al-Ghazali, bahwa tasawuf tidak untuk membuang syariah, tetapi justru sebaliknya untuk menghidupkan dan menggairahkan pengamalan syariah.
Al-Ghazali membuktikan statemennya ini melalui struktur kitab karangannya, Ihya’ Ulumiddin. Pada juz pertama dan kedua, al-Ghazali mengajarkan proses pematangan ilmu syariah dan akidah. Pada juz ketiga memberi kesempatan pada umat Islam untuk menerjuni ilmu tasawuf. Sementara pada juz keempat mengarahkan tasawuf pada akhlak terpuji (akhlâq al-karîmah).

Imam Malik menyatakan, bahwa orang yang mempelajari syariah dan menolak tasawuf menjadi orang yang fasik (tafassaqa), orang yang mengamalkan tasawuf dengan menolak fikih (baca: syariah) akan menjadi zindik (tazandaqa), dan yang menerima serta mempelajari keduanya (tasawuf dan syariat) akan menjadi orang yang benar (tahaqqaqa).

Tags: adabAgamaakhlakAkidahcholilnafisDakwahIlmuIslamManusiaPemahamanTasawuf

Popular Posts

Artikel

KHUTBAH IDUL FITRI 1445 H : MEMBANGUN UKHUWAHSPIRIT RAMADHAN UNTUK MEMBANGUN UKHUWAH

by admin1
April 9, 2024
0

Oleh : KH. M. Cholil Nafis, Lc., Ph.D الخطبةالأولى لعيد الفطر          الله ُأَكْبَرُ – الله ُأَكْبَرُ – الله ُأَكْبَرُ...

Read more

KHUTBAH IDUL FITRI 1445 H : MEMBANGUN UKHUWAHSPIRIT RAMADHAN UNTUK MEMBANGUN UKHUWAH

Buku Baru : Inovasi Produk Pegadaian Syariah

Baznas Beri Penghargaan Kiai Cholil Nafis : “Ulama Penggerak Zakat Nasional”

Kiai Cholil Beberkan Penistaan Agama oleh Panji Gumilang di PN Indramayu

Ketua MUI Pusat | Jangan Sampai Masayatakat Indonesia Ada yang Tak Memilih

Perubahan Iklim Siapa yang Bertanggung Jawab?

Load More

[mc4wp_form id="274"]


Popular Posts

Kitab Tauhid : Terjemah Qomi al-Thughyan Karya Syekh Muhammad Nawawi bin Umar Banten

by admin1
June 20, 2019
0

Berjuang di Jalan Allah

by admin1
June 18, 2019
0

Konsultasi: Sahkah Shalat dalam Keadaan Bernanah?

by admin1
December 13, 2018
0

Cholil Nafis

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk manusia lainnya

© 2026 CholilNafis.com - Tim IT Cendekia Amanah.

No Result
View All Result
  • Profil
  • Berita
  • Artikel
    • Opini
    • Jurnal
    • Khutbah
  • Yayasan
    • Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Wakaf
      • Galeri Peluncuran BMT Wakaf
      • Latar Belakang BMT Wakaf
      • Wakaf Uang Produktif
    • Pesantren Cendekia Amanah
      • Anggaran Biaya
      • Rencana Pembangunan Pesantren
      • Visi dan Misi
    • Program Berantas Buta Al Qur’an
      • Fakta di Indonesia
      • Metode Mama Papa
      • Program Tujuan BBQ
  • Download
    • Buku Cholil
    • Buku Waqaf
  • Video
    • Ceramah
    • Pengajian Fiqih
    • Quote
  • Konsultasi

© 2025 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.