• Profil
  • Pesantren Cendekia Amanah
  • Profil
  • Berita
  • Artikel
    • Opini
    • Jurnal
    • Khutbah
  • Yayasan
    • Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Wakaf
      • Galeri Peluncuran BMT Wakaf
      • Latar Belakang BMT Wakaf
      • Wakaf Uang Produktif
    • Pesantren Cendekia Amanah
      • Anggaran Biaya
      • Rencana Pembangunan Pesantren
      • Visi dan Misi
    • Program Berantas Buta Al Qur’an
      • Fakta di Indonesia
      • Metode Mama Papa
      • Program Tujuan BBQ
  • Download
    • Buku Cholil
    • Buku Waqaf
  • Video
    • Ceramah
    • Pengajian Fiqih
    • Quote
  • Konsultasi
No Result
View All Result
Cholil Nafis
No Result
View All Result
  • Profil
  • Berita
  • Artikel
  • Yayasan
  • Download
  • Video
  • Konsultasi
Home Artikel

Sebenarnya Apa yang dimaksud dengan Kata Barokah?

admin1 by admin1
October 22, 2017
in Artikel
0

Dokumen Pribadi KH M Cholil Nafis

0
SHARES
46
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

CHOLILNAFIS.COM, Jakarta - Acapkali kita mendengar kata Barokah. hidup yang Barokah, rezeki yang Barokah dan ilmu yang Barokah. Termasuk kita napak tilas ke tempat perjuangan para rasul, para nabi dan para wali untuk mengambil Barokah. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan kata Barokah?.

Related Posts

KHUTBAH IDUL FITRI 1445 H : MEMBANGUN UKHUWAHSPIRIT RAMADHAN UNTUK MEMBANGUN UKHUWAH

Perubahan Iklim Siapa yang Bertanggung Jawab?

Ziarah Makam Imam Bukhari

PUASA ARAFAH BERBEDA DENGAN WAKTU WUKUF DI ARAFAH

Barokah adalah berkembang. Yaitu bertambahnya kebaikan dalam sesuatu yang sudah baik. Sesuatu yang sedikit bisa berisi kebaikan yang lebih banyak. Mengerjakan sedikit tapi efek kebaikannya besar. Bahkan sesuatu yang tampak kecil dilakukan tapi mengandung kebaikan yang meluas. Seperti ibadah hanya satu malam pada Lailatul Qadar namun kebaikannya melebihi seribu bulan.

Barokah itu harapan di setiap tempat dan waktu. Islam mengajarkan agar ketika sesama muslim bertemu maka sapaan pertama adalah mendoakan dapat Barokah selain doa keselamatan. Demikian juga ketika Allah SWT menciptakan bumi di Bakkah (baca:Mekkah) menyebutnya yang Barokah. Nabi Muhammad saw mengawali doa di pagi hari kepada umatnya memohonkan Barokah. Semua itu demi mendapat berlimpah dan berlipatgandanya kebaikan.

Lalu bagaiman hidup yang Barokah? Adalah hidup yang penuh kebaikan untuk dirinya dan orang lain. Ia punya rezeki, ilmu dan perjuangan yg membawa pada kebaikan untuk dirinya dan kebaikan untuk masyarakat. Bahkan kehidupan keluarganya memberi nilai dan inspirasi kebaikan untuk umat.

Semua kebaikan dari diri manusia berawal dari rezekinya. Jika rezekinya dari barang haram pasti hidupnya tak Barokah, bahkan akan selalu gelisah di dunia dan kalau tak diampuni oleh Allah SWT kelak di akhirat akan disiksa di neraka. Hidup yang Barokah harus hidup dengan rezeki yang halal dan baik.

Ada empat cara dan tingkatan Allah SWT memberi rezeki pada hamba-Nya:

Pertama, rezeki yang telah Allah SWT siapkan kepada seluruh makhluknya yang melata di muka bumi tanpa terkecuali (surat Huud: 6).

Kedua, Allah akan memberi rezeki yang sudah disiapkan itu sesuai dengan upaya yang dilakukan oleh manusia tanpa membedakan status imannya. apakah itu muslim atau kafir (surat Al Mulk:15). Yang kerja keras dan kerja cerdas akan mendapat rezeki lebih banyak.

Ketiga, Allah akan menambah dan melipat gandakan rezeki orang yang bersyukur tanpa ada batasannya dan akan mendapat siksa-Nya manakala kufur. (surat Ibrahim:7). Mensykuri rezeki itu dengan berupaya mendapatkan rezeki secara halal dan menggunakannya di jalan Allah SWT.

Keempat, Rezeki yang diberikan Allah SWT tanpa diduga dan tanpa terbilang. Hal ini hanya bagi orang yang bertaqwa kepada-Nya. Yaitu orang yang menjalani perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya (surat Ath Thalalq:2-3).

Namun semua rezeki yang berlimpah itu kadang belum cukup. Karena “lebih banyak pasak dari pada tiang”.Hidupnya masih dirong-rong oleh kebutuhan dan gaya hidupnya. Maka Allah SWT akan memberi kecukupan kepada orang yang tawakkal kepada-Nya. Yaitu orang yang berupaya maksimal dalam mencari rezeki Allah SWT seraya berserah diri dan berdoa agar rezeki dan hidupnya Barokah.

Mari kita evaluasi, pada tingkatan yang mana dari empat cara itu dalam memperoleh rezeki. Mudah-mudahan Allah SWT memberkahi hidup kita. Amin.

Tags: AmanahBarokahCendekiacholilnafisHidupMUI. DakwahPendidikanPesantrenPesantren Cendekia AmanahSantri

Popular Posts

Artikel

KHUTBAH IDUL FITRI 1445 H : MEMBANGUN UKHUWAHSPIRIT RAMADHAN UNTUK MEMBANGUN UKHUWAH

by admin1
April 9, 2024
0

Oleh : KH. M. Cholil Nafis, Lc., Ph.D الخطبةالأولى لعيد الفطر          الله ُأَكْبَرُ – الله ُأَكْبَرُ – الله ُأَكْبَرُ...

Read more

KHUTBAH IDUL FITRI 1445 H : MEMBANGUN UKHUWAHSPIRIT RAMADHAN UNTUK MEMBANGUN UKHUWAH

Buku Baru : Inovasi Produk Pegadaian Syariah

Baznas Beri Penghargaan Kiai Cholil Nafis : “Ulama Penggerak Zakat Nasional”

Kiai Cholil Beberkan Penistaan Agama oleh Panji Gumilang di PN Indramayu

Ketua MUI Pusat | Jangan Sampai Masayatakat Indonesia Ada yang Tak Memilih

Perubahan Iklim Siapa yang Bertanggung Jawab?

Load More

[mc4wp_form id="274"]


Popular Posts

Kitab Tauhid : Terjemah Qomi al-Thughyan Karya Syekh Muhammad Nawawi bin Umar Banten

by admin1
June 20, 2019
0

Berjuang di Jalan Allah

by admin1
June 18, 2019
0

Kitab Muhammad Ali al Shabuni : al Nubuwwa wa al Anbiya’

by admin1
June 18, 2019
0

Cholil Nafis

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk manusia lainnya

© 2026 CholilNafis.com - Tim IT Cendekia Amanah.

No Result
View All Result
  • Profil
  • Berita
  • Artikel
    • Opini
    • Jurnal
    • Khutbah
  • Yayasan
    • Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Wakaf
      • Galeri Peluncuran BMT Wakaf
      • Latar Belakang BMT Wakaf
      • Wakaf Uang Produktif
    • Pesantren Cendekia Amanah
      • Anggaran Biaya
      • Rencana Pembangunan Pesantren
      • Visi dan Misi
    • Program Berantas Buta Al Qur’an
      • Fakta di Indonesia
      • Metode Mama Papa
      • Program Tujuan BBQ
  • Download
    • Buku Cholil
    • Buku Waqaf
  • Video
    • Ceramah
    • Pengajian Fiqih
    • Quote
  • Konsultasi

© 2024 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.